Cara setting TCP/IP
1. klik start
2. pilih control panel
3. double klik network connection
4. klik properties
5. pilih internet protocol (TCP/IP)
6. klik properties
7. beri tanda pada use the folowwing IP address
8. isi text box IP address, subnet mask, default gateway
9. pilih use the following DNS server addresses
10. klik ok
11. untuk membuktikkan kita telah tersambung pada server, buka web browser, ketikkan google.com
Cara browsing
1. Klik start
2. Klik internet explore atau web browser lainnya
3. ketikkan alamat web yang diinginkan pada address bar
4. tekan enter
5. akan muncul tampilan web yang anda inginkan
Cara akses internet
1. setelah mengatur TCP/IP buka mozilla atau web browser lain untuk membuktikkan kalau kita sudah terkoneksi pada internet
2. Jika belum berhasil berarti TCP/IP kita ada yang salah
3. Setelah berhasil tutup kembali web browsing
Cara membuat email
1. Buka yahoomail.com
2. create new account
3. isi semua formulir (text box) yang masih kosong
4. Jangan lupa mengisis code yang sudah disediakan
5. klik create my account
6. Akan muncul pemberitahuan bahwa email anda sudah jadi
7. Login pada email anda dan email anda sudah siap untuk digunakan.
IPA1-007=biang keladi
Minggu, 21 November 2010
Minggu, 31 Oktober 2010
AKSES INTERNET
ETHERNET CARD (NIC Network Interface Card)
Adalah sebuah hardware computer yang memungkinkan computer untuk berkomunikasi melalui jaringan computer
Tersambung ke motherboard computer melalui bebrapa cara:
• Terintegrasi menjadi baagian (built in) dari motherboard
• Melalui sambungan PCI slot
• Melalui sambungan ISA slot
Teknologi yang digunakan :
• Fast Ethernet, kecepatan 100 Mbps
• Gigabit Ethernet, kecepatan sampai 1 Gbps
• Optical Fiber, kecepatan sampai 160 Gbps
• Token Ring, kecepatan 100 Mbps
REPEATER
Menjaga proses support berjalan dengan stabil & tidak mengalami degradasi dalam jarak tertentu
HUB / SWITCH
Menghubungkan 2 komputer atau lebih menggunakan kabel UTP
Ciri-ciri:
• Terdiri dari 8, 12, 24 dengan konektor RJ-45 (8 buah pin)
• Konektor RJ-11 (2 buah pin) biasanya digunakan pada kabel telepon
Dibedakan menjadi 2:
• Aktif Hub Membentuk sinyal digital yang dikirim dengan 8 konektor
• Pasif Hub Menerima sinyal pada salah satu konektor dengan 4 konektor
BRIDGE
Menghubungkan 2 buah jaringan yang memiliki protocol yang sama
Bertugas mengirim paket-paket data
Membagi traffic ke segmen-segmen dengan system filtering traffic
LAN (Jaringan Lokal)
Perbedaan antara WAN dengan LAN
• Kecepatan LAN lebih tinggi, rata-rata 100 Mbps
• Wilayah LAN lebih kecil
Peralatan:
• Ethernet
• WiFi
Pemasangan konektor RJ-45 ke kabel LAN biasanya dibantu menggunakan alat crimping
PENGKABELAN
Metode pengkabelan:
o Metode Straight Menghubungkan PC dengan HUB
• 568A
• 568B
Konektor 1 Konektor 2
1. White Orange 1. White Orange
2. Orange 2. Orange
3. White Green 3. White Green
4. Blue 4. Blue
5. White Blue 5. White Blue
6. Green 6. Green
7. White Brown 7. White Brown
8. Brown 8. Brown
o Metode crossover Jaringan tanpa HUB
Konektor 1 Konektor 2
1. White Orange 1. White Green
2. Orange 2. Green
3. White Green 3. White Orange
4. Blue 4. White Brown
5. White Blue 5. Brown
6. Green 6. Orange
7. White Brown 7. Blue
8. Brown 8. White Blue
BAB 3
AKSES INTERNET
Ada 3 macam cara untuk mengakses ke internet:
1. Modem telp (dial-up)
2. WiFi (Hotspot)
3. Sambungan LAN (sambungan warnet)
Proses dalam mengakses internet:
1. Menggunakan perintah ping di shell (terminal)
2. Gunakan web browser
ISP resmi yang memperoleh ijin dari MENKOMINFO di Indonesia tergabung dalam organisasi Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)
Aspek-aspek dalam berkembangnya ISP
• Aspek Teknis
1. Server yang dipakai
2. Jumlah remote acces server
3. Lokasi POP (Point Of Presence)
4. Besarnya bandwith
5. Nama upstream provider
6. Gambar network plan yang dibangun
• Aspek Marketing
1. Jenis service dial-up
2. Jenis service leased line Pelayanan terus menerus
3. Jenis service data center
• Aspek Keuangan
1. Rencana anggaran untuk mendirikan ISP
2. Biaya operasional ISP
Jaringan yang mungkin dikonfirmasi
1. Wireless connection tanpa kabel: WiFI, HotSpot
2. Wired connection sambungan jaringan LAN
3. Point to point connection Modem telp
RT/RW-Net
• Jarak Jangkauan
1. Wireless RT/RW-net 2-4 km
2. LAN RT/RW-net 500 m – 1 km
Adalah sebuah hardware computer yang memungkinkan computer untuk berkomunikasi melalui jaringan computer
Tersambung ke motherboard computer melalui bebrapa cara:
• Terintegrasi menjadi baagian (built in) dari motherboard
• Melalui sambungan PCI slot
• Melalui sambungan ISA slot
Teknologi yang digunakan :
• Fast Ethernet, kecepatan 100 Mbps
• Gigabit Ethernet, kecepatan sampai 1 Gbps
• Optical Fiber, kecepatan sampai 160 Gbps
• Token Ring, kecepatan 100 Mbps
REPEATER
Menjaga proses support berjalan dengan stabil & tidak mengalami degradasi dalam jarak tertentu
HUB / SWITCH
Menghubungkan 2 komputer atau lebih menggunakan kabel UTP
Ciri-ciri:
• Terdiri dari 8, 12, 24 dengan konektor RJ-45 (8 buah pin)
• Konektor RJ-11 (2 buah pin) biasanya digunakan pada kabel telepon
Dibedakan menjadi 2:
• Aktif Hub Membentuk sinyal digital yang dikirim dengan 8 konektor
• Pasif Hub Menerima sinyal pada salah satu konektor dengan 4 konektor
BRIDGE
Menghubungkan 2 buah jaringan yang memiliki protocol yang sama
Bertugas mengirim paket-paket data
Membagi traffic ke segmen-segmen dengan system filtering traffic
LAN (Jaringan Lokal)
Perbedaan antara WAN dengan LAN
• Kecepatan LAN lebih tinggi, rata-rata 100 Mbps
• Wilayah LAN lebih kecil
Peralatan:
• Ethernet
• WiFi
Pemasangan konektor RJ-45 ke kabel LAN biasanya dibantu menggunakan alat crimping
PENGKABELAN
Metode pengkabelan:
o Metode Straight Menghubungkan PC dengan HUB
• 568A
• 568B
Konektor 1 Konektor 2
1. White Orange 1. White Orange
2. Orange 2. Orange
3. White Green 3. White Green
4. Blue 4. Blue
5. White Blue 5. White Blue
6. Green 6. Green
7. White Brown 7. White Brown
8. Brown 8. Brown
o Metode crossover Jaringan tanpa HUB
Konektor 1 Konektor 2
1. White Orange 1. White Green
2. Orange 2. Green
3. White Green 3. White Orange
4. Blue 4. White Brown
5. White Blue 5. Brown
6. Green 6. Orange
7. White Brown 7. Blue
8. Brown 8. White Blue
BAB 3
AKSES INTERNET
Ada 3 macam cara untuk mengakses ke internet:
1. Modem telp (dial-up)
2. WiFi (Hotspot)
3. Sambungan LAN (sambungan warnet)
Proses dalam mengakses internet:
1. Menggunakan perintah ping di shell (terminal)
2. Gunakan web browser
ISP resmi yang memperoleh ijin dari MENKOMINFO di Indonesia tergabung dalam organisasi Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)
Aspek-aspek dalam berkembangnya ISP
• Aspek Teknis
1. Server yang dipakai
2. Jumlah remote acces server
3. Lokasi POP (Point Of Presence)
4. Besarnya bandwith
5. Nama upstream provider
6. Gambar network plan yang dibangun
• Aspek Marketing
1. Jenis service dial-up
2. Jenis service leased line Pelayanan terus menerus
3. Jenis service data center
• Aspek Keuangan
1. Rencana anggaran untuk mendirikan ISP
2. Biaya operasional ISP
Jaringan yang mungkin dikonfirmasi
1. Wireless connection tanpa kabel: WiFI, HotSpot
2. Wired connection sambungan jaringan LAN
3. Point to point connection Modem telp
RT/RW-Net
• Jarak Jangkauan
1. Wireless RT/RW-net 2-4 km
2. LAN RT/RW-net 500 m – 1 km
Minggu, 03 Oktober 2010
PERANGKAT KERAS UNTUK MENGAKSES INTERNET
Ada 2 cara untuk mengakses ke internet:
1. Home User (Sambungan perorangan)
Digunakan di rumah atau computer dengan menggunakan 1 komputer
ADSL (Asimetrical Digital Subscrible Line)
Komputer – modem – Internet
• Sambungan perorangan ada 3 alternatif:
1. Sambungan telepon
- Modem dial-up
Bila sedang digunakan tidak bisa digunakan untuk telepon
- ADSL
Bila sedang digunakan tetap bisa digunakan untuk telepon
2. HP (GPRS / 3G)
3. Wireless atau WiFi, HotSpot
• Ciri khas sambungan perorangan ke internet:
1. Hanya ada satu computer yang tersambung
2. Tidak beroprasi selama 24 jam per hari
3. Teknis akses ini relative mahal, terutama untuk membayar pulsa
4. Corperate user (Sambungan perkantoran)
2. Sekumpulan computer yang digabungkan dalam satu jaringan local (LAN) yang tersambung pada kecepatan tinggi ke internet
Banyak computer – Router – Modem – internet
Router adalah perangkat keras yang digunakan untuk routing (penyampaian paket data dalam jaringan computer di internet)
• Teknologi pada corporate user:
1. Modem ADSL atau Speedy
2. Wireless Internet
3. Satelit atau VSAT
• Ciri khas sambungan perkantoran ke internet:
1. Terdapat banyak computer
2. Proses pemakaian bersama atau sambungan internet bagi banyak ke internet
3. Dibantu router
4. Sebagian sambungan beroperasi 24 jam per hari
Ada 2 cara untuk mengakses ke internet:
1. Home User (Sambungan perorangan)
Digunakan di rumah atau computer dengan menggunakan 1 komputer
ADSL (Asimetrical Digital Subscrible Line)
Komputer – modem – Internet
• Sambungan perorangan ada 3 alternatif:
1. Sambungan telepon
- Modem dial-up
Bila sedang digunakan tidak bisa digunakan untuk telepon
- ADSL
Bila sedang digunakan tetap bisa digunakan untuk telepon
2. HP (GPRS / 3G)
3. Wireless atau WiFi, HotSpot
• Ciri khas sambungan perorangan ke internet:
1. Hanya ada satu computer yang tersambung
2. Tidak beroprasi selama 24 jam per hari
3. Teknis akses ini relative mahal, terutama untuk membayar pulsa
4. Corperate user (Sambungan perkantoran)
2. Sekumpulan computer yang digabungkan dalam satu jaringan local (LAN) yang tersambung pada kecepatan tinggi ke internet
Banyak computer – Router – Modem – internet
Router adalah perangkat keras yang digunakan untuk routing (penyampaian paket data dalam jaringan computer di internet)
• Teknologi pada corporate user:
1. Modem ADSL atau Speedy
2. Wireless Internet
3. Satelit atau VSAT
• Ciri khas sambungan perkantoran ke internet:
1. Terdapat banyak computer
2. Proses pemakaian bersama atau sambungan internet bagi banyak ke internet
3. Dibantu router
4. Sebagian sambungan beroperasi 24 jam per hari
Minggu, 29 Agustus 2010
Sejarah domain
• Indonesia dikenali dengan Top Level Domain (TLD) .id
• Beberapa orang dan organisasi yang sempat bertanggung jawab sebagai Top Level Domain (.id) di Indonesia adalah:
1. Rahmat M. Samik Ibrahim (Universitas Indonesia) 1993-1998
2. Budi Raharho (IDNIC http://www.idnic.net.id) 1998-2005
3. DEPKOMINFO 2005 selama beberapa bulan
4. PANDI (http://www.pandi.or.id) 2005 sampai sekarang
• Contoh nama domain:
1. www.ipl.org - Internet Public Library di Internet
2. www.plasa.com - Plasa milik Telkom
• TLD yang sifatnya global:
- .com lembaga komersial
- .org organisasi tak komersial
- .gov Pemerintah AS
- .edu Universitas
- .net Situs penyedia jaringan internet
- .int Organisasi Internasional
- .mil Militer (khususnya untuk USA)
• TLD milik Indonesia:
- .co.id komersial
- .net.id penyedia jaringan internet
- .ac.id universitas
- .sch.id sekolah
- .or.id organisasi
- .web.id situs pribadi
• Pola dasar pengalamatan di internet:
- Protokol ://domain/direktori/file
- Contoh URL (Uniform Resort Located):
http://rizkyhanggono.blogdetik.com/2008/09/04/jadi-artis-itu-gak-enak/
- Protokol : menentukan tata cara komunikasi yang digunakan (ex:http, https, ftp)
- Domain : merupakan nama server / computer yang menyediakan layanan/pola penamaan mesin di internet
- Direktori : merupakan folder tempat penyimpanan informasi
- File : file yang disimpan (kadang tidak perlu dituliskan)
A
• .ac – Ascension *
• .ad – Andorra
• .ae – Uni Emirat Arab
• .af – Afganistan
• .ag – Antigua dan Barbuda *
• .ai – Anguilla
• .al – Albania
• .am – Armenia *
• .an – Antillen Belanda
• .ao – Angola
• .aq – Antartika
• .ar – Argentina
• .as – Samoa Amerika *
• .at – Austria *
• .au – Australia
• .aw – Aruba
• .ax – Åland
• .az – Azerbaijan
B
• .ba – Bosnia Herzegovina
• .bb – Barbados
• .bd – Bangladesh
• .be – Belgia *
• .bf – Burkina Faso
• .bg – Bulgaria
• .bh – Bahrain
• .bi – Burundi *
• .bj – Benin
• .bm – Bermuda
• .bn – Brunei Darussalam
• .bo – Bolivia *
• .br – Brasil *
• .bs – Bahama *
• .bt – Bhutan
• .bv – Pulau Bouvet (tidak dipakai dan tidak terdaftar)
• .bw – Botswana
• .by – Belarus
• .bz – Belize *
C
• .ca – Kanada
• .cc – Pulau Cocos *
• .cd – Republik Demokratik Kongo (dulunya .zr – Zaire) *
• .cf – Republik Afrika Tengah
• .cg – Republik Kongo *
• .ch – Swiss *
• .ci – Côte d'Ivoire (Pantai Gading)
• .ck – Kepulauan Cook *
• .cl – Chili
• .cm – Kamerun
• .cn – Republik Rakyat Cina *
• .co – Kolombia
• .cr – Kosta Rika
• .cs – Serbia dan Montenegro (dulunya .yu – Yugoslavia; Catatan: pada tanggal 3 Juni, 2006, Montenegro mendeklarasikan kemerdekaannya, sehingga domain ini tidak dipakai lagi.) (kode domain .cs tidak dipakai, tidak ada DNS) (kode domain .cs dulunya dipakai untuk Cekoslowakia)
• .cu – Kuba
• .cv – Tanjung Verde
• .cx – Pulau Natal *
• .cy – Siprus
• .cz – Republik Ceko
D
• .de – Jerman
• .dj – Djibouti *
• .dk – Denmark *
• .dm – Dominika
• .do – Republik Dominika
• .dz – Aljazair (Algeria)
E
• .ec – Ekuador
• .ee – Estonia
• .eg – Mesir
• .eh – Sahara Barat (tidak dipakai; tidak ada DNS)
• .er – Eritrea
• .es – Spanyol *
• .et – Ethiopia
• .eu – Uni Eropa (kode domain yang "dikhususkan" oleh ISO 3166-1)
F
• .fi – Finlandia
• .fj – Fiji *
• .fk – Kepulauan Falkland
• .fm – Federasi Mikronesia *
• .fo – Kepulauan Faroe
• .fr – Perancis
G
• .ga – Gabon
• .gb – Britania Raya (Reserved domain by IANA; deprecated – see .uk)
• .gd – Grenada
• .ge – Georgia
• .gf – Guyana Perancis
• .gg – Guernsey
• .gh – Ghana
• .gi – Gibraltar
• .gl – Greenland *
• .gm – Gambia
• .gn – Guinea
• .gp – Guadeloupe
• .gq – Guinea Khatulistiwa
• .gr – Yunani *
• .gs – Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan *
• .gt – Guatemala
• .gu – Guam
• .gw – Guinea Bissau
• .gy – Guyana
H
• .hk – Hong Kong *
• .hm – Pulau Heard dan Kepulauan McDonald *
• .hn – Honduras *
• .hr – Kroasia
• .ht – Haiti
• .hu – Hongaria *
I
• .id – Indonesia
• .ie – Republik Irlandia
• .il – Israel *
• .im – Pulau Man *
• .in – India *
• .io – Teritorial Britania di Samudra Hindia *
• .iq – Irak
• .ir – Iran *
• .is – Islandia
• .it – Italia
J
• .je – Jersey
• .jm – Jamaika
• .jo – Yordania
• .jp – Jepang
K
• .ke – Kenya
• .kg – Kirgizstan
• .kh – Kamboja
• .ki – Kiribati
• .km – Komoro
• .kn – Saint Kitts dan Nevis
• .kp – Korea Utara (tidak dipakai; tidak ada DNS)
• .kr – Korea Selatan
• .kw – Kuwait
• .ky – Kepulauan Cayman
• .kz – Kazakhstan *
L
• .la – Laos *
• .lb – Lebanon
• .lc – Saint Lucia
• .li – Liechtenstein *
• .lk – Sri Lanka
• .lr – Liberia
• .ls – Lesotho
• .lt – Lituania
• .lu – Luxemburg
• .lv – Latvia *
• .ly – Libya *
M
• .ma – Maroko
• .mc – Monako
• .md – Moldova *
• .me – Montenegro
• .mg – Madagaskar
• .mh – Kepulauan Marshall
• .mk – Republik Makedonia
• .ml – Mali
• .mm – Myanmar
• .mn – Mongolia *
• .mo – Makau
• .mp – Kepulauan Mariana Utara *
• .mq – Martinique
• .mr – Mauritania
• .ms – Montserrat *
• .mt – Malta
• .mu – Mauritius *
• .mv – Maladewa
• .mw – Malawi *
• .mx – Meksiko *
• .my – Malaysia
• .mz – Mozambik
N
• .na – Namibia *
• .nc – Kaledonia Baru
• .ne – Niger
• .nf – Pulau Norfolk *
• .ng – Nigeria
• .ni – Nikaragua
• .nl – Belanda * (ccTLD terdaftar pertama)
• .no – Norwegia
• .np – Nepal
• .nr – Nauru *
• .nu – Niue *
• .nz – Selandia Baru *
O
• .om – Oman
P
• .pa – Panama
• .pe – Peru
• .pf – Polinesia Perancis
• .pg – Papua Nugini
• .ph – Filipina *
• .pk – Pakistan *
• .pl – Polandia *
• .pm – Saint-Pierre dan Miquelon
• .pn – Kepulauan Pitcairn *
• .pr – Puerto Riko *
• .ps – Otoritas Nasional Palestina *
• .pt – Portugal *
• .pw – Palau
• .py – Paraguay
Q
• .qa – Qatar
R
• .re – Réunion
• .ro – Rumania *
• .rs – Serbia
• .ru – Rusia *
• .rw – Rwanda
S
• .sa – Arab Saudi
• .sb – Kepulauan Solomon *
• .sc – Seychelles *
• .sd – Sudan
• .se – Swedia *
• .sg – Singapura
• .sh – Saint Helena *
• .si – Slovenia
• .sj – Svalbard dan Jan Mayen (tidak dipakai; tidak terdaftar)
• .sk – Slowakia
• .sl – Sierra Leone
• .sm – San Marino *
• .sn – Senegal
• .so – Somalia *
• .sr – Suriname *
• .st – Sao Tome dan Principe *
• .su – Uni Soviet (terdepresiasi; digantikan; kode domain "dipakai untuk pergantian" oleh ISO 3166-1)
• .sv – El Salvador
• .sy – Suriah *
• .sz – Swaziland *
T
• .tc – Kepulauan Turks dan Caicos
• .td – Chad
• .tf – Teritorial Perancis Selatan
• .tg – Togo *
• .th – Thailand
• .tj – Tajikistan *
• .tk – Tokelau *
• .tl – Timor Leste (dulunya .tp) *
• .tm – Turkmenistan *
• .tn – Tunisia
• .to – Tonga *
• .tp – Timor Timur (terdepresiasi – gunakan .tl; kode domain "dipakai untuk pergantian" oleh ISO 3166-1)
• .tr – Turki
• .tt – Trinidad dan Tobago *
• .tv – Tuvalu *
• .tw – Republik Cina (Taiwan) *
• .tz – Tanzania
U
• .ua – Ukraina
• .ug – Uganda *
• .uk – Inggris (kode domain yang "dikhususkan" oleh ISO 3166-1) (lihat pula .gb)
• .us – Amerika Serikat *
• .uy – Uruguay
• .uz – Uzbekistan
V
• .va – Vatikan
• .vc – Saint Vincent dan Grenadines *
• .ve – Venezuela
• .vg – Kepulauan Virgin Britania Raya *
• .vi – Kepulauan Virgin Amerika Serikat
• .vn – Vietnam
• .vu – Vanuatu *
W
• .wf – Wallis dan Futuna
• .ws – Samoa (dulunya Samoa Barat) *
Y
• .ye – Yaman
• .yt – Mayotte
• .yu – Yugoslavia (kemudian berganti nama menjadi Serbia dan Montenegro)
(kode domain secara resmi digantikan oleh .cs (lihat di atas) namun tetap dipakai; kode domain "dipakai untuk pergantian" oleh ISO 3166-1)
Z
• .za – Afrika Selatan *
• .zm – Zambia
• .zw – Zimbabwe
• Beberapa orang dan organisasi yang sempat bertanggung jawab sebagai Top Level Domain (.id) di Indonesia adalah:
1. Rahmat M. Samik Ibrahim (Universitas Indonesia) 1993-1998
2. Budi Raharho (IDNIC http://www.idnic.net.id) 1998-2005
3. DEPKOMINFO 2005 selama beberapa bulan
4. PANDI (http://www.pandi.or.id) 2005 sampai sekarang
• Contoh nama domain:
1. www.ipl.org - Internet Public Library di Internet
2. www.plasa.com - Plasa milik Telkom
• TLD yang sifatnya global:
- .com lembaga komersial
- .org organisasi tak komersial
- .gov Pemerintah AS
- .edu Universitas
- .net Situs penyedia jaringan internet
- .int Organisasi Internasional
- .mil Militer (khususnya untuk USA)
• TLD milik Indonesia:
- .co.id komersial
- .net.id penyedia jaringan internet
- .ac.id universitas
- .sch.id sekolah
- .or.id organisasi
- .web.id situs pribadi
• Pola dasar pengalamatan di internet:
- Protokol ://domain/direktori/file
- Contoh URL (Uniform Resort Located):
http://rizkyhanggono.blogdetik.com/2008/09/04/jadi-artis-itu-gak-enak/
- Protokol : menentukan tata cara komunikasi yang digunakan (ex:http, https, ftp)
- Domain : merupakan nama server / computer yang menyediakan layanan/pola penamaan mesin di internet
- Direktori : merupakan folder tempat penyimpanan informasi
- File : file yang disimpan (kadang tidak perlu dituliskan)
A
• .ac – Ascension *
• .ad – Andorra
• .ae – Uni Emirat Arab
• .af – Afganistan
• .ag – Antigua dan Barbuda *
• .ai – Anguilla
• .al – Albania
• .am – Armenia *
• .an – Antillen Belanda
• .ao – Angola
• .aq – Antartika
• .ar – Argentina
• .as – Samoa Amerika *
• .at – Austria *
• .au – Australia
• .aw – Aruba
• .ax – Åland
• .az – Azerbaijan
B
• .ba – Bosnia Herzegovina
• .bb – Barbados
• .bd – Bangladesh
• .be – Belgia *
• .bf – Burkina Faso
• .bg – Bulgaria
• .bh – Bahrain
• .bi – Burundi *
• .bj – Benin
• .bm – Bermuda
• .bn – Brunei Darussalam
• .bo – Bolivia *
• .br – Brasil *
• .bs – Bahama *
• .bt – Bhutan
• .bv – Pulau Bouvet (tidak dipakai dan tidak terdaftar)
• .bw – Botswana
• .by – Belarus
• .bz – Belize *
C
• .ca – Kanada
• .cc – Pulau Cocos *
• .cd – Republik Demokratik Kongo (dulunya .zr – Zaire) *
• .cf – Republik Afrika Tengah
• .cg – Republik Kongo *
• .ch – Swiss *
• .ci – Côte d'Ivoire (Pantai Gading)
• .ck – Kepulauan Cook *
• .cl – Chili
• .cm – Kamerun
• .cn – Republik Rakyat Cina *
• .co – Kolombia
• .cr – Kosta Rika
• .cs – Serbia dan Montenegro (dulunya .yu – Yugoslavia; Catatan: pada tanggal 3 Juni, 2006, Montenegro mendeklarasikan kemerdekaannya, sehingga domain ini tidak dipakai lagi.) (kode domain .cs tidak dipakai, tidak ada DNS) (kode domain .cs dulunya dipakai untuk Cekoslowakia)
• .cu – Kuba
• .cv – Tanjung Verde
• .cx – Pulau Natal *
• .cy – Siprus
• .cz – Republik Ceko
D
• .de – Jerman
• .dj – Djibouti *
• .dk – Denmark *
• .dm – Dominika
• .do – Republik Dominika
• .dz – Aljazair (Algeria)
E
• .ec – Ekuador
• .ee – Estonia
• .eg – Mesir
• .eh – Sahara Barat (tidak dipakai; tidak ada DNS)
• .er – Eritrea
• .es – Spanyol *
• .et – Ethiopia
• .eu – Uni Eropa (kode domain yang "dikhususkan" oleh ISO 3166-1)
F
• .fi – Finlandia
• .fj – Fiji *
• .fk – Kepulauan Falkland
• .fm – Federasi Mikronesia *
• .fo – Kepulauan Faroe
• .fr – Perancis
G
• .ga – Gabon
• .gb – Britania Raya (Reserved domain by IANA; deprecated – see .uk)
• .gd – Grenada
• .ge – Georgia
• .gf – Guyana Perancis
• .gg – Guernsey
• .gh – Ghana
• .gi – Gibraltar
• .gl – Greenland *
• .gm – Gambia
• .gn – Guinea
• .gp – Guadeloupe
• .gq – Guinea Khatulistiwa
• .gr – Yunani *
• .gs – Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan *
• .gt – Guatemala
• .gu – Guam
• .gw – Guinea Bissau
• .gy – Guyana
H
• .hk – Hong Kong *
• .hm – Pulau Heard dan Kepulauan McDonald *
• .hn – Honduras *
• .hr – Kroasia
• .ht – Haiti
• .hu – Hongaria *
I
• .id – Indonesia
• .ie – Republik Irlandia
• .il – Israel *
• .im – Pulau Man *
• .in – India *
• .io – Teritorial Britania di Samudra Hindia *
• .iq – Irak
• .ir – Iran *
• .is – Islandia
• .it – Italia
J
• .je – Jersey
• .jm – Jamaika
• .jo – Yordania
• .jp – Jepang
K
• .ke – Kenya
• .kg – Kirgizstan
• .kh – Kamboja
• .ki – Kiribati
• .km – Komoro
• .kn – Saint Kitts dan Nevis
• .kp – Korea Utara (tidak dipakai; tidak ada DNS)
• .kr – Korea Selatan
• .kw – Kuwait
• .ky – Kepulauan Cayman
• .kz – Kazakhstan *
L
• .la – Laos *
• .lb – Lebanon
• .lc – Saint Lucia
• .li – Liechtenstein *
• .lk – Sri Lanka
• .lr – Liberia
• .ls – Lesotho
• .lt – Lituania
• .lu – Luxemburg
• .lv – Latvia *
• .ly – Libya *
M
• .ma – Maroko
• .mc – Monako
• .md – Moldova *
• .me – Montenegro
• .mg – Madagaskar
• .mh – Kepulauan Marshall
• .mk – Republik Makedonia
• .ml – Mali
• .mm – Myanmar
• .mn – Mongolia *
• .mo – Makau
• .mp – Kepulauan Mariana Utara *
• .mq – Martinique
• .mr – Mauritania
• .ms – Montserrat *
• .mt – Malta
• .mu – Mauritius *
• .mv – Maladewa
• .mw – Malawi *
• .mx – Meksiko *
• .my – Malaysia
• .mz – Mozambik
N
• .na – Namibia *
• .nc – Kaledonia Baru
• .ne – Niger
• .nf – Pulau Norfolk *
• .ng – Nigeria
• .ni – Nikaragua
• .nl – Belanda * (ccTLD terdaftar pertama)
• .no – Norwegia
• .np – Nepal
• .nr – Nauru *
• .nu – Niue *
• .nz – Selandia Baru *
O
• .om – Oman
P
• .pa – Panama
• .pe – Peru
• .pf – Polinesia Perancis
• .pg – Papua Nugini
• .ph – Filipina *
• .pk – Pakistan *
• .pl – Polandia *
• .pm – Saint-Pierre dan Miquelon
• .pn – Kepulauan Pitcairn *
• .pr – Puerto Riko *
• .ps – Otoritas Nasional Palestina *
• .pt – Portugal *
• .pw – Palau
• .py – Paraguay
Q
• .qa – Qatar
R
• .re – Réunion
• .ro – Rumania *
• .rs – Serbia
• .ru – Rusia *
• .rw – Rwanda
S
• .sa – Arab Saudi
• .sb – Kepulauan Solomon *
• .sc – Seychelles *
• .sd – Sudan
• .se – Swedia *
• .sg – Singapura
• .sh – Saint Helena *
• .si – Slovenia
• .sj – Svalbard dan Jan Mayen (tidak dipakai; tidak terdaftar)
• .sk – Slowakia
• .sl – Sierra Leone
• .sm – San Marino *
• .sn – Senegal
• .so – Somalia *
• .sr – Suriname *
• .st – Sao Tome dan Principe *
• .su – Uni Soviet (terdepresiasi; digantikan; kode domain "dipakai untuk pergantian" oleh ISO 3166-1)
• .sv – El Salvador
• .sy – Suriah *
• .sz – Swaziland *
T
• .tc – Kepulauan Turks dan Caicos
• .td – Chad
• .tf – Teritorial Perancis Selatan
• .tg – Togo *
• .th – Thailand
• .tj – Tajikistan *
• .tk – Tokelau *
• .tl – Timor Leste (dulunya .tp) *
• .tm – Turkmenistan *
• .tn – Tunisia
• .to – Tonga *
• .tp – Timor Timur (terdepresiasi – gunakan .tl; kode domain "dipakai untuk pergantian" oleh ISO 3166-1)
• .tr – Turki
• .tt – Trinidad dan Tobago *
• .tv – Tuvalu *
• .tw – Republik Cina (Taiwan) *
• .tz – Tanzania
U
• .ua – Ukraina
• .ug – Uganda *
• .uk – Inggris (kode domain yang "dikhususkan" oleh ISO 3166-1) (lihat pula .gb)
• .us – Amerika Serikat *
• .uy – Uruguay
• .uz – Uzbekistan
V
• .va – Vatikan
• .vc – Saint Vincent dan Grenadines *
• .ve – Venezuela
• .vg – Kepulauan Virgin Britania Raya *
• .vi – Kepulauan Virgin Amerika Serikat
• .vn – Vietnam
• .vu – Vanuatu *
W
• .wf – Wallis dan Futuna
• .ws – Samoa (dulunya Samoa Barat) *
Y
• .ye – Yaman
• .yt – Mayotte
• .yu – Yugoslavia (kemudian berganti nama menjadi Serbia dan Montenegro)
(kode domain secara resmi digantikan oleh .cs (lihat di atas) namun tetap dipakai; kode domain "dipakai untuk pergantian" oleh ISO 3166-1)
Z
• .za – Afrika Selatan *
• .zm – Zambia
• .zw – Zimbabwe
SEJARAH INTERNET INDONESIA
Sejarah internet Indonesia bermula pada awal tahun 1990-an. Saat itu, jaringan Internet di
Indonesia lebih dikenal sebagai Paguyuban Network. M. Samik-Ibrahim, Suryono
Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto,
Onno W. Purbo adalah sejumlah nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia
(tahun 1992 hingga 1994). Masing-masing telah menyumbangkan keahlian dan
dedikasinya dalam membangun jaringan komputer dan Internet di Indonesia.
Tulisan-tulisan awal mengenai Internet di Indonesia terinspirasi oleh kegiatan amatir radio
pada tahun 1986, khususnya di Amatir Radio Club (ARC) ITB. Bermodal pesawat radio
pemancar Single Side Band (SSB) Amatir Radio Kenwood TS430 milik Harya
Sudirapratama (YC1HCE) dan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV),
belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito
(YB3NR), dan Suryono Adisoemarta (N5SNN) berguru pada para senior amatir radio
seperti Robby Soebiakto (YB1BG), almarhum Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV)
melalui band amatir radio 40 m atau 7 MHz. Mereka mulai mendiskusikan teknik
membangun jaringan komputer dengan radio menggunakan teknologi radio paket.
Robby Soebiakto yang waktu itu bekerja di PT. USI IBM Jakarta merupakan pakar di
antara para amatir radio di Indonesia, khususnya di bidang komunikasi data packet
switching melalui radio yang dikenal sebagai radio paket. Teknologi radio paket TCP/IP
untuk Internet kemudian diadopsi oleh rekan-rekan Robby Soebiakto di BPPT, LAPAN,
UI, dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet antara tahun 1992-1994.
Pada tahun 1988, melalui surat pribadi, Robby Soebiakto mendorong Onno W. Purbo yang
saat itu berada di Hamilton, Ontario, Kanada untuk mendalami teknik jaringan Internet
berbasis protokol TCP/IP. Robby Soebiakto meyakinkan Onno W. Purbo bahwa masa
depan teknologi jaringan komputer di dunia akan berbasis pada protokol TCP/IP. Hal ini
yang di kemudian hari memicu penulisan buku-buku jaringan komputer Internet berbasis
TCP/IP oleh Onno W. Purbo maupun rekan-rekan penulis lainnya di Indonesia.
Robby Soebiakto juga menjadi koordinator alamat IP pertama dari AMPR-net (Amatir
Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP
44.132. AMPR-net Indonesia kemudian dikoordinir oleh Onno W. Purbo sejak tahun 2000.
Salah satu aktivitas AMPR-net adalah mengkoordinasi aktifitas anggota ORARI melalui
mailing list ORARI, orari-news@yahoogroups.com.
Pada awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto merupakan
pionir di kalangan pelaku amatir radio Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir Bulletin
Board System (BBS). BBS merupakan jaringan surat elektronik (e-mail) yang merelai email
untuk dikirim melalui server/komputer BBS yang mengkaitkan banyak "server" BBS
amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar.
Komunikasi antara Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada dengan rekan-rekan
amatir radio di Indonesia terus berlanjut hingga awal 1990-an. Dengan peralatan PC/XT
dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Kanada dilakukan melalui
jaringan amatir radio. Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di
rumahnya di kawasan Cinere. Dengan bantuan satelit-satelit OSCAR milik amatir radio,
komunikasi lebih antara Indonesia-Kanada berjalan semakin cepat. Pengetahuan secara
perlahan ditransfer dan berkembang melalui jaringan amatir radio ini.
Pada tahun 1992-1993, Muhammad Ihsan, seorang peneliti di LAPAN Ranca Bungur yang
pada tahun 1990-an bersama dengan pimpinannya Ibu Adrianti menjalin kerjasama dengan
DLR (Lembaga Penelitian Antariksa Jerman) mencoba mengembangkan jaringan
komputer menggunakan teknologi radio paket pada band 70 cm dan 2 m. Di kemudian
hari, Muhammad Ihsan menjadi motor penggerak di LAPAN untuk membangun dan
mengoperasikan satelit buatan LAPAN Indonesia yang dikenal sebagai LAPAN TUBSAT
maupun INASAT.
Jaringan LAPAN dikenal sebagai JASIPAKTA dan didukung oleh DLR. Muhammad Ihsan
mengoperasikan relai penghubung antara ITB Bandung dengan gateway Internet yang ada
di BPPT. Di BPPT, Firman Siregar mengoperasikan gateway radio paket yang bekerja pada
band 70 cm. PC 386 sederhana yang menjalankan program NOS di atas sistem operasi
DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di
tahapan sangat awal perkembangannya.
Tanggal tanggal 7 Juni 1994, Randy Bush dari Portland, Oregon, Amerika Serikat
melakukan ping ke IPTEKNET dan kemudian melaporkan hasilnya kepada rekan-rekannya
di Natonal Science Foundation (NSF) Amerika Serikat. Dalam laporan Randy Bush tertera
waktu yang dibutuhkan untuk ping pertama dari Indonesia ke Amerika Serikat, yaitu
sekitar 750 mili detik melalui jaringan leased line yang berkecepatan 64 Kbps.
Nama lain yang tidak kalah berjasa adalah Pak Putu. Beliau mengembangkan PUSDATA
DEPRIN pada masa kepemimpinan Menteri Perindustrian Tungki Ariwibowo sekaligus
menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id. Di masa awal perkembangan BBS, Pak Putu berjasa
mempopulerkan penggunaan e-mail, khususnya di Jakarta. Aktivitas Pak Putu banyak
didukung oleh Menteri Perindustrian Tungki Ariwibowo yang sangat menyukai komputer
dan Internet. Pak Tungki adalah menteri pertama Indonesia yang menjawab e-mail sendiri.
Gambar 1.1 Gateway/Router ITB Pertama (tahun 1993).
Sumber: http://opensource.telkomspeedy.com/wiki
Pada akhir tahun 1992, Suryono Adisoemarta kembali ke Indonesia. Kesempatan tersebut
tidak dilewatkan oleh anggota Amatir Radio Club (ARC) ITB seperti Basuki Suhardiman,
Aulia K. Arief, Arman Hazairin yang didukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba
mengembangkan gateway radio paket di ITB. Berawal semangat dan bermodalkan PC 286
bekas, ITB merupakan turut berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Institusi lain seperti UI,
BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN yang lebih dahulu terhubung ke jaringan Internet
mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB, modem radio paket berupa
Terminal Node Controller (TNC) merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan
dari LAPAN.
Ketika masih menempuh studi di University of Texas di Austin, Texas, Suryono
Adisoemarta menyambungkan TCP/IP Amatir Radio Austin ke gateway Internet untuk
pertama kalinya di gedung Chemical and Petroleum Engineering University of Texas,
Amerika Serikat. Sejak saat itu, komunitas Amatir Radio TCP/IP Austin Texas tersambung
ke jaringan TCP/IP di seluruh dunia. Pengetahuan inilah yang kemudian diterapkan
Suryono Adisoemarta saat mengembangkan radio paket di ITB. Suryono Adisoemarta yang
kemudian hari menyandang nama panggilan YD0NXX menjadi motor penggerak
teknologi satelit Amatir Radio maupun teknologi Amateur Packet Reporting System
(APRS) yang memungkinkan kita untuk melihat posisi-posisi stasiun amatir radio di peta
di Internet yang dapat dilihat di situs http://aprs.fi.
Berawal dari teknologi radio paket kecepatan rendah 1200 bps, ITB kemudian
memperoleh sambungan leased line 14.4 Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari
IPTEKNET pada tahun 1995. Akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada
rekan-rekan yang lainnya khususnya di PaguyubanNet.
September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan
jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh
bandwidth 1.5M bps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet &
IIX sebesar 2 Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam jaringan
pendidikan di Indonesia yang menamakan dirinya AI3 Indonesia yang mengkaitkan lebih
dari 25 lembaga pendidikan di Indonesia di tahun 1997-1998.
Jaringan pendidikan menjadi lebih marak pada saat naskah buku ini di tulis, dengan adanya
JARDIKNAS dan INHEREN yang dioperasikan oleh DIKNAS dan mengkaitkan sekitar
15.000 lebih sekolah Indonesia ke Internet yang akan menjadi media untuk mencerdaskan
bangsa Indonesia agar dapat berkompetisi di era globalisasi mendatang.
SEJARAH MAILING LIST INDONESIA
Diskusi dan interaksi antar manusia merupakan kunci keberhasilan Internet. Salah satu
media yang paling sederhana untuk melakukan diskusi adalah e-mail menggunakan jasa
mailing list server yang dapat menampung ribuan orang dalam berdiskusi melalui e-mail
sekaligus.
Pada tahun 1987-1988, ketika Internet masih belum berkembang seperti sekarang ini,
sekelompok kecil mahasiswa Indonesia di Berkeley, Amerika Serikat membentuk mailing
list Indonesia yang pertama dengan alamat e-mail indonesians@janus.berkeley.edu.
Persatuan komunitas pelajar dan mahasiswa Indonesia di luar negeri terbentuk dengan
adanya fasilitas diskusi maya ini. Awal diskusi sangat membangun dan berjiwa nasionalis.
Tema-tema yang diangkat lebih banyak mengenai dialog antarumat beragama.
Di samping mailing list bertema keagamaan, juga banyak terbentuk mailing list Indonesia
yang sifatnya keilmuan seperti:
1. pau-mikro@ee.umanitoba.ca – yang di kemudian hari menjadi mailing list awal para
hacker Indonesia.
2. ids@listserv.syr.edu - jaringan kajian pembangunan Indonesia,
Dengan adanya Internet di Indonesia pada tahun 1993-1994 dan kepulangan para
mahasiswa yang belajar di luar negeri ke Indonesia, mailing list Indonesia secara bertahap
terbentuk di Indonesia. Dua (2) buah komputer Pentium II di Institut Teknologi Bandung
(ITB) yang merupakan sumbangan Alumni Institut Teknologi Bandung telah
menyumbangkan banyak jasanya untuk pembentukan awal komunitas maya Indonesia
sehingga jumlahnya mencapai ratusan mailing list. Beberapa mailing list yang bertahan di
ITB sampai hari ini adalah itb@itb.ac.id dan dosen@itb.ac.id.
Sebagian besar mailing list di atas telah menjadi sejarah. Keberadaan dan arsip banyak
mailing list Indonesia di masa lalu dulu dapat dilihat di
http://www.umanitoba.ca/indonesian/milis.html atau http://www.airland.com/id/komputer/
milis.html. Pada hari ini, forum komunitas maya Indonesia lebih banyak bertumpu pada
fasilitas gratis yang di berikan oleh yahoogroups.com yang dapat diakses di
http://groups.yahoo.com dan Google pada mesin http://groups.google.com. Di Indonesia
jasa diskusi mailing list gratis dilakukan oleh mesin http://groups.or.id yang diletakan di
Internet Service Provider CBN.
Sejarah internet Indonesia bermula pada awal tahun 1990-an. Saat itu, jaringan Internet di
Indonesia lebih dikenal sebagai Paguyuban Network. M. Samik-Ibrahim, Suryono
Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto,
Onno W. Purbo adalah sejumlah nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia
(tahun 1992 hingga 1994). Masing-masing telah menyumbangkan keahlian dan
dedikasinya dalam membangun jaringan komputer dan Internet di Indonesia.
Tulisan-tulisan awal mengenai Internet di Indonesia terinspirasi oleh kegiatan amatir radio
pada tahun 1986, khususnya di Amatir Radio Club (ARC) ITB. Bermodal pesawat radio
pemancar Single Side Band (SSB) Amatir Radio Kenwood TS430 milik Harya
Sudirapratama (YC1HCE) dan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV),
belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito
(YB3NR), dan Suryono Adisoemarta (N5SNN) berguru pada para senior amatir radio
seperti Robby Soebiakto (YB1BG), almarhum Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV)
melalui band amatir radio 40 m atau 7 MHz. Mereka mulai mendiskusikan teknik
membangun jaringan komputer dengan radio menggunakan teknologi radio paket.
Robby Soebiakto yang waktu itu bekerja di PT. USI IBM Jakarta merupakan pakar di
antara para amatir radio di Indonesia, khususnya di bidang komunikasi data packet
switching melalui radio yang dikenal sebagai radio paket. Teknologi radio paket TCP/IP
untuk Internet kemudian diadopsi oleh rekan-rekan Robby Soebiakto di BPPT, LAPAN,
UI, dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet antara tahun 1992-1994.
Pada tahun 1988, melalui surat pribadi, Robby Soebiakto mendorong Onno W. Purbo yang
saat itu berada di Hamilton, Ontario, Kanada untuk mendalami teknik jaringan Internet
berbasis protokol TCP/IP. Robby Soebiakto meyakinkan Onno W. Purbo bahwa masa
depan teknologi jaringan komputer di dunia akan berbasis pada protokol TCP/IP. Hal ini
yang di kemudian hari memicu penulisan buku-buku jaringan komputer Internet berbasis
TCP/IP oleh Onno W. Purbo maupun rekan-rekan penulis lainnya di Indonesia.
Robby Soebiakto juga menjadi koordinator alamat IP pertama dari AMPR-net (Amatir
Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP
44.132. AMPR-net Indonesia kemudian dikoordinir oleh Onno W. Purbo sejak tahun 2000.
Salah satu aktivitas AMPR-net adalah mengkoordinasi aktifitas anggota ORARI melalui
mailing list ORARI, orari-news@yahoogroups.com.
Pada awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto merupakan
pionir di kalangan pelaku amatir radio Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir Bulletin
Board System (BBS). BBS merupakan jaringan surat elektronik (e-mail) yang merelai email
untuk dikirim melalui server/komputer BBS yang mengkaitkan banyak "server" BBS
amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar.
Komunikasi antara Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada dengan rekan-rekan
amatir radio di Indonesia terus berlanjut hingga awal 1990-an. Dengan peralatan PC/XT
dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Kanada dilakukan melalui
jaringan amatir radio. Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di
rumahnya di kawasan Cinere. Dengan bantuan satelit-satelit OSCAR milik amatir radio,
komunikasi lebih antara Indonesia-Kanada berjalan semakin cepat. Pengetahuan secara
perlahan ditransfer dan berkembang melalui jaringan amatir radio ini.
Pada tahun 1992-1993, Muhammad Ihsan, seorang peneliti di LAPAN Ranca Bungur yang
pada tahun 1990-an bersama dengan pimpinannya Ibu Adrianti menjalin kerjasama dengan
DLR (Lembaga Penelitian Antariksa Jerman) mencoba mengembangkan jaringan
komputer menggunakan teknologi radio paket pada band 70 cm dan 2 m. Di kemudian
hari, Muhammad Ihsan menjadi motor penggerak di LAPAN untuk membangun dan
mengoperasikan satelit buatan LAPAN Indonesia yang dikenal sebagai LAPAN TUBSAT
maupun INASAT.
Jaringan LAPAN dikenal sebagai JASIPAKTA dan didukung oleh DLR. Muhammad Ihsan
mengoperasikan relai penghubung antara ITB Bandung dengan gateway Internet yang ada
di BPPT. Di BPPT, Firman Siregar mengoperasikan gateway radio paket yang bekerja pada
band 70 cm. PC 386 sederhana yang menjalankan program NOS di atas sistem operasi
DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di
tahapan sangat awal perkembangannya.
Tanggal tanggal 7 Juni 1994, Randy Bush dari Portland, Oregon, Amerika Serikat
melakukan ping ke IPTEKNET dan kemudian melaporkan hasilnya kepada rekan-rekannya
di Natonal Science Foundation (NSF) Amerika Serikat. Dalam laporan Randy Bush tertera
waktu yang dibutuhkan untuk ping pertama dari Indonesia ke Amerika Serikat, yaitu
sekitar 750 mili detik melalui jaringan leased line yang berkecepatan 64 Kbps.
Nama lain yang tidak kalah berjasa adalah Pak Putu. Beliau mengembangkan PUSDATA
DEPRIN pada masa kepemimpinan Menteri Perindustrian Tungki Ariwibowo sekaligus
menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id. Di masa awal perkembangan BBS, Pak Putu berjasa
mempopulerkan penggunaan e-mail, khususnya di Jakarta. Aktivitas Pak Putu banyak
didukung oleh Menteri Perindustrian Tungki Ariwibowo yang sangat menyukai komputer
dan Internet. Pak Tungki adalah menteri pertama Indonesia yang menjawab e-mail sendiri.
Gambar 1.1 Gateway/Router ITB Pertama (tahun 1993).
Sumber: http://opensource.telkomspeedy.com/wiki
Pada akhir tahun 1992, Suryono Adisoemarta kembali ke Indonesia. Kesempatan tersebut
tidak dilewatkan oleh anggota Amatir Radio Club (ARC) ITB seperti Basuki Suhardiman,
Aulia K. Arief, Arman Hazairin yang didukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba
mengembangkan gateway radio paket di ITB. Berawal semangat dan bermodalkan PC 286
bekas, ITB merupakan turut berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Institusi lain seperti UI,
BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN yang lebih dahulu terhubung ke jaringan Internet
mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB, modem radio paket berupa
Terminal Node Controller (TNC) merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan
dari LAPAN.
Ketika masih menempuh studi di University of Texas di Austin, Texas, Suryono
Adisoemarta menyambungkan TCP/IP Amatir Radio Austin ke gateway Internet untuk
pertama kalinya di gedung Chemical and Petroleum Engineering University of Texas,
Amerika Serikat. Sejak saat itu, komunitas Amatir Radio TCP/IP Austin Texas tersambung
ke jaringan TCP/IP di seluruh dunia. Pengetahuan inilah yang kemudian diterapkan
Suryono Adisoemarta saat mengembangkan radio paket di ITB. Suryono Adisoemarta yang
kemudian hari menyandang nama panggilan YD0NXX menjadi motor penggerak
teknologi satelit Amatir Radio maupun teknologi Amateur Packet Reporting System
(APRS) yang memungkinkan kita untuk melihat posisi-posisi stasiun amatir radio di peta
di Internet yang dapat dilihat di situs http://aprs.fi.
Berawal dari teknologi radio paket kecepatan rendah 1200 bps, ITB kemudian
memperoleh sambungan leased line 14.4 Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari
IPTEKNET pada tahun 1995. Akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada
rekan-rekan yang lainnya khususnya di PaguyubanNet.
September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan
jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh
bandwidth 1.5M bps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet &
IIX sebesar 2 Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam jaringan
pendidikan di Indonesia yang menamakan dirinya AI3 Indonesia yang mengkaitkan lebih
dari 25 lembaga pendidikan di Indonesia di tahun 1997-1998.
Jaringan pendidikan menjadi lebih marak pada saat naskah buku ini di tulis, dengan adanya
JARDIKNAS dan INHEREN yang dioperasikan oleh DIKNAS dan mengkaitkan sekitar
15.000 lebih sekolah Indonesia ke Internet yang akan menjadi media untuk mencerdaskan
bangsa Indonesia agar dapat berkompetisi di era globalisasi mendatang.
SEJARAH MAILING LIST INDONESIA
Diskusi dan interaksi antar manusia merupakan kunci keberhasilan Internet. Salah satu
media yang paling sederhana untuk melakukan diskusi adalah e-mail menggunakan jasa
mailing list server yang dapat menampung ribuan orang dalam berdiskusi melalui e-mail
sekaligus.
Pada tahun 1987-1988, ketika Internet masih belum berkembang seperti sekarang ini,
sekelompok kecil mahasiswa Indonesia di Berkeley, Amerika Serikat membentuk mailing
list Indonesia yang pertama dengan alamat e-mail indonesians@janus.berkeley.edu.
Persatuan komunitas pelajar dan mahasiswa Indonesia di luar negeri terbentuk dengan
adanya fasilitas diskusi maya ini. Awal diskusi sangat membangun dan berjiwa nasionalis.
Tema-tema yang diangkat lebih banyak mengenai dialog antarumat beragama.
Di samping mailing list bertema keagamaan, juga banyak terbentuk mailing list Indonesia
yang sifatnya keilmuan seperti:
1. pau-mikro@ee.umanitoba.ca – yang di kemudian hari menjadi mailing list awal para
hacker Indonesia.
2. ids@listserv.syr.edu - jaringan kajian pembangunan Indonesia,
Dengan adanya Internet di Indonesia pada tahun 1993-1994 dan kepulangan para
mahasiswa yang belajar di luar negeri ke Indonesia, mailing list Indonesia secara bertahap
terbentuk di Indonesia. Dua (2) buah komputer Pentium II di Institut Teknologi Bandung
(ITB) yang merupakan sumbangan Alumni Institut Teknologi Bandung telah
menyumbangkan banyak jasanya untuk pembentukan awal komunitas maya Indonesia
sehingga jumlahnya mencapai ratusan mailing list. Beberapa mailing list yang bertahan di
ITB sampai hari ini adalah itb@itb.ac.id dan dosen@itb.ac.id.
Sebagian besar mailing list di atas telah menjadi sejarah. Keberadaan dan arsip banyak
mailing list Indonesia di masa lalu dulu dapat dilihat di
http://www.umanitoba.ca/indonesian/milis.html atau http://www.airland.com/id/komputer/
milis.html. Pada hari ini, forum komunitas maya Indonesia lebih banyak bertumpu pada
fasilitas gratis yang di berikan oleh yahoogroups.com yang dapat diakses di
http://groups.yahoo.com dan Google pada mesin http://groups.google.com. Di Indonesia
jasa diskusi mailing list gratis dilakukan oleh mesin http://groups.or.id yang diletakan di
Internet Service Provider CBN.
Langganan:
Postingan (Atom)